Selasa, 13 April 2010

Mengenal Cara Kerja Layar Sentuh (Touch Screen)

Mengenali bagaimana cara kerja layar sentuh dapat membantu untuk merawat dan membedakan jenis-jenis layar sentuh pada handphone jaman sekarang ini. Ada 3 jenis, yaitu resistive, capacitive dan surface acoustic wave system.
 

1. Resistive Screen

Sistem resistif layarnya dilapisi oleh lapisan tipis berwarna metalik yang bersifat konduktif dan resistif terhadap sinyal-sinyal listrik. Maksud dari lapisan yang bersifat konduktif adalah lapisan yang bersifat mudah menghantarkan sinyal listrik, sedangkan lapisan resistif adalah lapisan yang menahan arus listrik.
Kedua lapisan ini dipisahkan oleh sebuah bintik-bintik transparan pemisah, sehingga lapisan ini pasti terpisah satu sama lain dalam keadaan normal. Pada lapisan konduktif tersebut juga mengalir arus listrik yang bertugas sebagai arus referensi.
http://img.photobucket.com/albums/v654/tazbo28/resistive-how-final.jpg
Ketika terjadi sentuhan kedua lapisan ini akan dipaksa untuk saling berkontak langsung secara fisik. Karena adanya kontak antara lapisan konduktif dan resistif maka akan terjadi gangguan pada arus listrik referensi tersebut.
Efek dari gangguan ini pada lapisan konduktif adalah akan terjadi perubahan arus-arus listriknya sebagai reaksi dari sebuah kejadian sentuhan. Perubahan nilai arus referensi ini kemudian dilaporkan ke controllernya untuk di proses lebih lanjut lagi.
Informasi sentuhan tadi diolah secara matematis oleh controller sehingga menghasilkan sebuah koordinat dan posisi yang akurat dari sentuhan tersebut. Kemudian informasi diintegrasikan dengan program lain sehingga menjadi aplikasi yang mudah digunakan.
Layar dengan teknologi ini memiliki tingkat kejernihan gambar sebesar 75% saja, sehingga monitor akan tampak kurang jernih. Touch sensor jenis ini sangat rentan dan lemah terhadap sentuhan benda-benda yang agak tajam.
Teknologi ini tidak akan terpengaruh oleh elemen-elemen lain di luar seperti misalnya debu atau air, namun akan merespon semua sentuhan yang mengenainya, baik itu menggunakan jari tangan langsung maupun menggunakan benda lain seperti stylus. Sangat cocok digunakan untuk keperluan di dalam dunia industri seperti di pabrik, laboratorium, dan banyak lagi.
 

Definisi sederhananya:

Layar yang cara kerjanya harus ditekan, dapat menggunakan jari atau benda apapun yg ditekankan di layar. Kelemahan untuk layar ini adalah jika diletakkan dikantong (terutama kantong celana), bisa tertekan-tekan dan mengakibatkan layar jadi gampang rusak karena sering tertekan.
Indoor: sangat baik
Outdoor: kurang optimal
Contoh HP yg menggunakan layar resistif adalah Samsung Star, Sony Erricson W950. Siri-cirinya adalah dengan disertakan stylus didalam paket HP-nya. Pilihlah wadah yang menggunakan model flip, jadi layar dapat terlindung dari tekanan. Sebaliknya tidak disarankan menggunakan wadah HP model pouch.

2. Capacitive Screen

Sistem kapasitif memiliki sebuah lapisan pembungkus yang merupakan kunci dari cara kerjanya, yaitu pembungkus yang bersifat capasitive pada seluruh permukaannya. Panel touchscreen ini dilengkapi dengan sebuah lapisan pembungkus berbahan indium tinoxide yang dapat meneruskan arus listrik secara kontiniu untuk kemudian ditujukan ke sensornya.
http://nokiapp.com/wp-content/uploads/2009/05/ctdisp_r1.gif
Lapisan ini dapat memanfaatkan sifat capacitive dari tangan atau tubuh manusia, maka dari itu lapisan ini dipekerjakan sebagai sensor sentuhan dalam touchscreen jenis ini. Ketika lapisan berada dalam status normal (tanpa ada sentuhan tangan), sensor akan mengingat sebuah nilai arus listrik yang dijadikan referensi.
Ketika jari tangan Anda menyentuh permukaan lapisan ini, maka nilai referensi tersebut berubah karena ada arus-arus listrik yang berubah yang masuk ke sensor. Informasi dari kejadian ini yang berupa arus listrik akan diterima oleh sensor yang akan diteruskan ke sebuah controller. Proses kalkulasi posisi akan dimulai di sini.
Kalkulasi ini menggunakan posisi dari ke empat titik sudur pada panel touchscreen sebagai referensinya. Ketika hasil perhitungannya didapat, maka koordinat dan posisi dari sentuhan tadi dapat di ketahui dengan baik. Akhirnya informasi dari posisi tersebut akan diintegrasikan dengan program lain untuk menjalankan sebuah aplikasi.
Capasitive touchscreen baru dapat bekerja jika sentuhan-sentuhan yang ditujukan kepadanya berasal dari benda yang bersifat konduktif seperti misalnya jari. Tampilan layarnya memiliki kejernihan hingga sekitar 90%, sehingga cocok untuk digunakan dalam berbagai keperluan interaksi dalam publik umum seperti misalnya di restoran, kios elektronik, lokasi Point Of Sales, dsb.
 

Definisi sederhananya:

Harus dengan sentuhan jari, tidak dapat menggunakan benda lain (kuku, stylus, dsb). Karena layar ini bekerja dengan memanfaatkan muatan listrik yang ada ditubuh kita. Layar sentuh model kapasitif ini hampir tidak memiliki kelemahan yang berarti, karena layar ini adalah pengembangan terbaru untuk menggantikan layar resistif.
Indoor: sangat baik
Outdoor: sangat baik
Keunggulannya: layar jenis ini tidak terpengaruh terhadap tekanan, jadi walaupun HP diletakkan dikantong tidak menjadi masalah. Penggunaan wadah model pouch bisa dikategorikan aman. Ciri-cirinya adalah tidak disertakan stylus didalam paket HP-nya. Contoh HP yg menggunakan layar kapasitif adalah Samsung Corby Touchscreen, iPhone.

3. Surface Acoustic Wave System

Teknologi touchscreen ini memanfaatkan gelombang ultrasonik untuk mendeteksi kejadian di permukaan layarnya. Di dalam monitor touchscreen ini terdapat dua tranduser, pengirim dan penerima sinyal ultrasonik.
Selain itu dilengkapi juga dengan sebuah reflektor yang berfungsi sebagai pencegah agar gelombang ultrasonic tetap berada pada area layar monitor.
Kedua tranduser ini dipasang dalam keempat sisi, dua vertikal dan dua horizontal. Ketika panel touchscreen-nya tersentuh, ada bagian dari gelombang tersebut yang diserap oleh sentuhan tersebut, misalnya terhalang oleh tangan, stylus, tuts, dan banyak lagi. Sentuhan tadi telah membuat perubahan dalam bentuk gelombang yang dipancarkan.
http://farm4.static.flickr.com/3562/3362226733_6df37cc393.jpg
Perubahan gelombang ultrasonik yang terjadi kemudian diterima oleh receiver dan diterjemahkan ke dalam bentuk pulsa-pulsa listrik. Selanjutnya informasi sentuhan tadi berubah menjadi sebentuk data yang akan di teruskan ke controller untuk diproses lebih lanjut.
Data yang dihasilkan dari sentuhan ini tentunya adalah data mengenai posisi tangan Anda yang menyentuh sinyal ultrasonik tersebut. Jika ini dilakukan secara kontinyu dan terdapat banyak sekali sensor gelombang ultrasonic pada media yang disentuhnya, maka jadilah sebuah perangkat touchscreen yang dapat Anda gunakan.
Teknologi ini tidak menggunakan bahan pelapis metalik melainkan sebuah lapisan kaca, maka tampilan dari layar touchscreen jenis ini mampu meneruskan cahaya hingga 90 persen, sehingga lebih jernih dan terang dibandingkan dengan Resistive touchscreen.
Tanpa adanya lapisan sensor juga membuat touchscreen jenis ini menjadi lebih kuat dan tahan lama karena tidak akan ada lapisan yang dapat rusak ketika di sentuh, ketika terkena air, minyak, debu, dan banyak lagi.
Kelemahannya kinerja dari touchscreen ini dapat diganggu oleh elemen-elemen seperti debu, air, dan benda-benda padat lainnya. Sedikit saja terdapat debu atau benda lain yang menempel di atasnya maka touchsreen dapat mendeteksinya sebagai suatu sentuhan.
Touchscreen jenis ini cocok digunakan pada ruangan training komputer, keperluan dalam ruangan untuk menampilkan informasi dengan sangat jernih dan tajam dan saat presentasi dalam ruangan.

Multi Touchscreen

Multi layar sentuh adalah pengembangan dari teknologi layar sentuh yang sudah ada. Dari arti kata “multi” yang berarti banyak, sudah terlihat bahwa keunggulan layar sentuh ini dapat disentuh oleh lebih dari satu jari. Layar multi sentuh ini mampu disentuh oleh puluhan jari dari orang yang berbeda-beda secara bersamaan.
Layar multi sentuh ini dapat digunakan untuk membesarkan, mengecilkan, mengubah posisi, dan memindahkan posisi objek pada layar monitor seperti foto atau games.
Layar multi sentuh ini biasa digunakan pada handphone, komputer, MP3 player, dan sebagainya.

Sumber :
gugling.com

Robot-Robot yang Mungkin Akan Mengakhiri Peradaban Manusia

Kenal dengan robot bukan? ya, teknologi ini menjadi semakin marak dewasa ini, seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Banyak dampak positif yang kita dapatkan dengan adanya teknologi ini. Kehidupan manusia menjadi lebih dimudahkan dengan adanya sebuah alat bantu yang bernama robot.

Robot, semakin hari menjadi semakin canggih dan lebih canggih lagi. Kreatifitas para ilmuwan yang menjadikan mereka begitu hebat. Banyak tugas - tugas penting dan berbahaya apabila dilakukan oleh manusia, kini digantikan dengan teknologi ini. Teknologi robotic juga sangat membantu dalam dunia kedokteran, penelitian luar angkasa, hingga ke dunia militer.

Yang menjadi menakutkan bagi kita adalah, ketika robot - robot canggih yang sudah demikian hebatnya itu, jatuh ke tangan orang yang salah. Bukan menjadi manfaat bagi manusia, bisa jadi robot - robot inilah yang akan ‘mengakhiri’ peradaban manusia.

Hollywood telah beberapa kali memberikan penggambaran kepada kita bagaimana sebuah robot dapat mengalahkan manusia. Tentunya, hal ini mendapat tentangan keras dari para ilmuwan. Robot adalah ciptaan manusia, bagaimanapun mereka tidak akan melebihi kita, demikian dalih para ilmuwan yang terus mengembangkan teknologi robotic.

Mungkin sedikit berlebihan, apabila cara pandang Hollywood mempengaruhi sedikit pemikiran saya tentang robot. Tapi, tidak ada salahnya anda ikut mencermati perkembangan teknologi canggih ini dan menganalisa apa yang menjadi kekhawatiran saya dan kekhawatiran Hollywood.

Berikut adalah beberapa robot yang menjadikan kita berpikir ulang, apakah mungkin robot dapat menggantikan posisi manusia sebagai penguasa dunia kelak? Silahkan simak beberapa robot yang ‘mengerikan’ ini..

RoboDog




Namanya adalah Robodog. Robot ini merupakan senjata militer yang sangat mematikan. Memiliki julukan sebagai “the most advanced rough-terrain robot in the world” ini mampu menjelajah berbagai medan dan bahkan memanjat pohon. Jangan pernah berpikir untuk melarikan diri ketika berhadapan dengan robot berkaki empat ini, anda tidak akan bisa lolos darinya. Apabila jatuh ke tangan teroris, bayangkan apa yang terjadi? Siap menghadapi The Big Dog?

FemBot


hrp-4c-humanoid-robot


‘Perempuan’ cantik ini bernama HRP4-C. Lebih dikenal dengan Fembot. Dibekali dengan kemampuannya untuk berperilaku seperti seorang wanita, FemBot bisa menjadi sebuah senjata yang sangat berbahaya. Kemampuan gerakan elasticnya yang luar biasa, membuatnya layak untuk berjalan diatas catwalk dan berpose bersama dengan model - model cantik.

Pernah menonton film Austin Power? Nah, robot ini merupakan wujud nyata dari robot film tersebut. Apabila dibekali dengan senjata yang canggih, bukan tidak mungkin FemBot bisa menjadi sebuah senjata pemusnah yang sangat mematikan. Jangan tertipu oleh kecantikannya, robot ini juga bisa diprogram untuk berlaku kejam tanpa memiliki perasaan bersalah. Bersiaplah para playboy yang gemar mempermainkan wanita, robot ini dengan senang hati akan membiarkan anda mempermainkannya, sebelum akhrinya menghabisi anda…

SAYA (Teacher Robot)




Sebuah robot dari Jepang yang bernama SAYA, saat ini sudah menjadi pengganti guru di negeri Sakura tersebut. Robot yang diprogram dengan kurikulum sekolah dasar ini, telah menggantikan posisi guru dalam mengajarkan seluruh mata pelajaran. Dapat dibayangkan ketika suatu hari nanti seluruh guru digantikan oleh robot. Dengan mudahnya anak – anak usia dini akan mencerna semua kata – kata robot yang telah diprogram sebelumnya.


Tidak menjadi masalah ketika program yang di install pada robot tersebut sesuai dengan kurikulum, namun, ketika programnya terisi dengan program – program Brain Wash ala teroris, dapat dibayangkan nasib generasi kita mendatang. Didikan teroris sejak usia dini, kedengarannya mengerikan sekali bukan?

RoboChild




Child-Robot with Biomimetic Body disingkat dengan nama panggilan CB2 ini sekilas terlihat lucu dan menggemaskan. Robot yang sebelumnya diciptakan sebagai bahan penelitian untuk melihat prose tumbuh kembangnya seorang anak ini, dapat mengikuti sebanyak 56 gerakan otot. Ia pun memiliki 197 sensor di seluruh badannya yang bekerja seperti indra perasa pada manusia. Kamera yang diletakkan dimatanya pun mempunyai kemampuan untuk mengenali benda disekitarnya yang dalam bahasa manusia sering disebut sebagai mata.

Yang lebih hebat adalah, robot ini dapat berkembang selayaknya anak – anak yang tumbuh menjadi remaja, hingga akhirnya menjadi dewasa. Terpikirkah apa yang terjadi ketika robot ini mendapatan “pendidikan” yang buruk? Dengan kemampuan super yang dimilikinya, ia akan menjadi ‘Super Psikopat’ yang mengerikan.

AirJellies




Namanya adalah ‘AirJellies’. Yup! sebuah robot ubur – ubur yang mampu melayang di udara. AirJellies memiliki kemampuan dan sifat yang sama dengan ubur – ubur yang kita jumpai di laut. Robot buatan Festo Automation Germany ini dapat melakukan gerakan yang terorganisir secara bersama – sama dalam satu kelompok dan menyerang targetnya. Mampukah marinir menghadapinya?

Robot Penguin




Bila anda berpikir bahwa gambar diatas adalah penguin, anda tidak dapat disalahkan. Robot penguin ini memang sangat mirip dengan penguin dalam segala hal. Perilaku, bentuk, dan suara yang sama.

Yang membedakan adalah ketahanan mereka yang lebih kuat dari penguin asli, kemampuan berenang yang lebih cepat, dapat bekerja secara berkelompok, dan yang lebih mengerikan adalah ketika mereka dibelali dengan senjata nuklir atau bio kimia yang dapat ditembakkan dari mulutnya….wuihh…radar yang canggih sekalipun akan sulit membedakan penguin yang asli dengan robot ini….hati - hati ketika bertemu dengan penguin, siapa tau dia adalah robot…

Army Robot


armybot

Robot Bomb Sniffer dan Lethal Robot Soldiers telah digunakan pada perang Irak. Bahkan Pihak Militer mengklaim sedang menciptakan robot seukuran serangga yang dapat digunakan dalam misi mata – mata. Para ilmuwan menyatakan bahwa robot – robot ini memiliki kemampuan akurasi dan militansi beratus kali lipat dari tentara biasa. Agaknya kita harus mengucapkan selamat tinggal kepada Rambo dan James Bond.

Asimo – Serie Pembaca Pikiran




Robot yang dikenalkan oleh Honda sebagai ‘sahabat’ manusia ini, telah berkembang sangat pesat dari model awalnya. Asimo yang baru sudah dapat berjoget, membuatkan teh, bahkan mampu untuk menjadi konduktor sebuah symphony.

Pada awalnya, Asimo diciptakan untuk membantu mempermudah manusia dalam menyelesaikan pekerjaan sehari – hari. Tapi ketika para ilmuwan berencana untuk mengaplikasikan teknologi baru yang disebut sebagai “wirelessly relaying brain waves “ Asimo telah berubah menjadi sebuah ‘monster’ yang mengerikan. Kenapa? jangan bingung, teknologi baru yang diaplikasikan kepada ASIMO ini ‘hanya’ mampu membaca pikiran anda…

Sumber :
www.kaskus.com