Rabu, 14 April 2010

Begini Cara Penjahat Mengintip Kartu ATM Anda


Karena maraknya peristiwa hilangnya saldo di tabungan beberapa nasabah di beberapa Bank akhir-akhir ini. Rasanya sudah saatnya bagi kita untuk mengetahui bagaiaman cara  penjahat (skimmer) melakukan hal tersebut. Sebagai bahan pertimbangan bagi kita untuk lebih waspada.

Kalian pasti sudah tahu ini adalah ATM (Anjungan Tunai Mandiri atau Automated Teller Machine) alias mesin tempat kita mengambil uang.

Kalau gambar dibawah ini coba perhatikan baik-baik (Bagian atas layar monitor mesin ATM) :

Coba kita lihat lebih dekat lagi :

Hanya terlihat seperti titik hitam biasa??

Ternyata itu adalah sebuah kamera yang dipasang untuk merekam Anda saat memasukkan PIN ATM.

Bagaimana dengan yang satu ini:
Terlihat seperti slot biasa untuk memasukkan kartu ATM Anda?

Coba lihat lebih dekat lagi

Alat apakah ini?

Ternyata sebuah alat untuk proses Skimming, merekam data yang ada pada kartu Anda.
Alat perekam itu biasanya ditempelkan pada slot asli untuk memasukkan kartu. Dibeberapa kasus menggunakan keypad palsu yang ditempelkan diatas keypad angka asli pada ATM tersebut untuk merekam PIN yang Anda masukkan.
Keypad palsu (untuk merekam tekanan tombol PIN ATM Anda) dilihat dari atas-beserta alat untuk mengcopy data dari kartu Anda.
Keypad palsu (untuk merekam tekanan tombol PIN ATM Anda) dilihat dari bawah-beserta alat untuk mengcopy data dari kartu Anda.

Posisi lain kamera dan alat untuk proses Skimming :
Lihat baik-baik, ada yang aneh diatas layar monitor ATM? Sekilas tidak terlihat kan karena posisi kita biasanya lebih tinggi dari layar monitor ATM.

Setelah dicek ternyata atasnya ada alat untuk rekam Anda saat memasukkan PIN.

 



Berikut ini contoh yang lain:

1. Memasang alat untuk membaca data pada kartu ATM Anda (biasanya ditempel pada slot tempat memasukkan kartu ATM Anda).

 Dan hasilnya seperti gambar dibawah ini

(LIHAT baik-baik apakah Anda sadar kalau pada slot memasukkan kartu ATM tersebut ada yang janggal..SULIT untuk terdeteksi bukan).

2. Memasang alat untuk merekam penekanan PIN kartu ATM Anda.

Lihat gambar diatas : Sebuah kotak brosur biasa..??!!
Sebuah kamera pengintai (dalam berbagai bentuk tempat agar tidak ketahuan, ada yang sepeti batang besi,speaker,dll)
Rapi sekali bukan, Kita mungkin sulit untuk menyadarinya.
Sekarang bisa kita lihat bagaimana mudahnya alat-alat tersebut di pasang. Minimal sebelumnya hanya butuh ditambahkan selotip 2 sisi yang kuat (3M), tidak perlu obeng dan perkakas-perkakas lainnya itu sebabnya kemungkinan besar bisa luput dari perhatian kamera pengawas. Tapi kemungkinan terjadinya lebih kecil bila ATM-ATM tersebut berada di area cakupan Bank.

Berikut adalah video cara memasang alat tersebut
sampai pada pengambilan uang dengan kartu ATM hasil kloningan.





Berikut adalah video salah satu korban dari aksi skimming

>




Berikut ini beberapa tips yang mungkin dapat menambah kewaspadaan Anda :

Perhatikan kondisi ATM yang akan dipakai, para penjahat ini jarang beraksi di ATM-ATM yang berada dicakupan Bank karena biasanya ada satpam maupun kamera yang siap untuk merekam setiap gerak-gerik di lokasi tersebut.

Bila memang dalam kondisi ramai, lihat-lihat juga ke arah sekeliling Anda, pastikan tidak ada hal yang mencurigakan, baik itu benda maupun manusia. Itulah juga maksud dibuatnya kaca cembung kecil untuk melihat ke arah belakang yang di taruh pada mesin-mesin ATM.

Saat akan menekan PIN, pastikan jari Anda terlindungi dari sisi-sisi yang diperkirakan bisa terlihat. Satu tangan menekan tombol dan tangan lain untuk menutupi. Beberapa Bank sudah membuat penutup pada bagian tombol PIN ATM untuk mencegah konsumennya lupa melakukan hal tersebut. Beberapa Bank juga telah membuat alat khusus pada slot masukan kartu ATM Anda sehingga mungkin mempersulit alat untuk skimming pada ATM-ATM yang sudah diprotect tersebut.

Anda bisa memasukkan password yang salah, sebelum memasukkan password benar untuk mengecoh bila dikuatirkan ada Keypad palsu yang digunakan untuk merekam dan juga dapat mengecoh kamera pengintai.

Bila terjadi masalah seperti kartu Anda "tertelan" di mesin ATM, JANGAN PANIK. Bila ada orang asing yang menganjurkan Anda untuk memasukkan password JANGAN DILAKUKAN, cobalah untuk menekan tombol cancel / batal dan bila kartu masih belum keluar datangi lokasi terdekat Bank Anda & selalu siap dengan menyimpan nomer operator / call center dari Bank Anda pada notes ataupun handphone.

Karena dibeberapa kasus ada yang sengaja menempelkan nomer palsu pada badan ATM yang ternyata adalah nomer telpon palsu (sindikat dari penjahat tersebut). Harap untuk rutin mengganti PIN ATM Anda. Periksa saldo tabungan Anda setiap saat.

Jadi mulai sekarang tidak usah terlalu kiatir sekali untuk bertransaksi melalui mesin ATM, yang penting tetap teliti dan waspada dengan kejanggalan-kejanggalan yang ada.

Sumber :
www.kaskus.us

Bagaimana Lampu Pijar Menghasilkan Cahaya?


Pada tahun 1880, seorang Inggris yang bernama Humphry Davy melakukan eksperimen-eksperimen tertentu dengan tenaga listrik. Ia mempunyai apa yang sekarang kita namakan baterai listrik, tetapi baterai itu sangat lemah.

Ia menghubungkan kawat-kawat ke ujung-ujung baterai dan menempelkan sepotong karbon pada masing-masing dari ujung-ujung kawat yang bebas. Dengan menyentuh dua potong karbon bersama-sama dan menariknya agar terpisah, ia menghasilkan cahaya yang mendesis.

Ini dinamakan "busur listrik", tetapi ini adalah bukti pertama bahwa cahaya listrik itu dapat dibuat. Davy juga mengganti dua potong karbon dengan kawat platina tipis yang menghubungkan kedua ujung kawat yang menuju kepada baterai. Ketika arus listrik melewati kawat platina itu, kawat menjadi panas dan mulai berpijar dan menghasilkan cahaya!

Kesulitan dengan cahaya-cahaya listrik sederhana ini adalah bahwa sumber tenaga listrik tidak cukup kuat. Jadi seorang murid Davy, Michael Faraday, mengadakan eksperimen yang mengarah kepada pengembangan generator-generator listrik. Dengan menggunakan mesin-mesin uap untuk menggerakkan generator-generator itu, ditemukan sumber-sumber tenaga listrik yang lebih baik.

Sementara itu, di Amerika Serikat, Thomas Edison mengadakan eksperimen dengan benang-benang karbon tipis. Ketika benang karbon, atau filamen, dipanaskan dengan mengalirkan arus listrik kepadanya, benang itu berpijar. Jika ini dilakukan di udara, karbon itu sendiri akan membakar.

Jadi, Edison menaruhnya di dalam bola lampu kaca dan mengeluarkan udara dari dalamnya. Karena tidak ada oksigen di dalam bola lampu itu, karbon tidak dapat membakar.

Bola lampu itu berpijar dengan terang dan padam secara sangat perlahan-lahan. Sekarang kita mempunyai lampu pijar listrik yang menghasilkan cahaya yang sangat terang.


Tetapi para ilmuwan mengetahui bahwa semakin filamen dipanaskan, semakin kuat cahaya yang dihasilkan. Jadi mereka mencari bahan-bahan yang dapat dipanaskan sampai suhu-suhu tinggi tanpa mencair.

Salah satu dari bahan-bahan ini adalah tantalum, sebuah logam yang mencair pada suhu 5.160 derajat Fahrenheit. Logam itu diubah menjadi kawat-kawat halus dan digunakan untuk filamen-filamen lampu pada tahun 1905.

Sebuah logam yang bahkan lebih baik untuk filamen adalah tungsten, karena logam itu mencair pada suhu 6.100 derajat Fahrenheit. Pada mulanya tidak seorang pun yang dapat mengubah tungsten menjadi kawat dan memerlukan waktu selama bertahun-tahun untuk mengembangkan proses ini.

Sekarang, lampu-lampu filamen tungsten adalah lampu-lampu yang paling banyak digunakan dan kira-kira 1.000.000.000 dari lampu-lampu itu dibuat di Amerika Serikat setiap tahunnya!

Sumber :
aku-ingin-tahu.blogspot.com